21 February 2018

PABX

BAB I KONFIGURASI PABX









PABX: Private Automatic Branch Exchange
STLO: Sentral Telepon Langganan Otomatis

Tie-line System

System ini digunakan untuk menggabungkan atau menyambungkan antar PABX. PABX yang tersambung ke sentral lokal cukup satu saja. Sedangkan PABX yang lainnya disambungkan ke PABX yang pertama melalui Tie-line.


Hubungan antara Sentral Lokal dengan PABX

Hubungan antara Sentral Lokal dengan PABX-1 dapat menggunakan system:

  1. DID System
  2. Hunting System
  3. BRA System (Basic Rate Access)
  4. PRA System (Primary Rate Access)

a. Direct Inward Dialing (DID) System

Incoming call menggunakan trunk line
Outgoing call menggunakan Hunting System
Mempunyai 2 office code yaitu:

Office code DID System
Office code Hunting System




b. Hunting System




Bila ada panggilan masuk ke PABX, sentral lokal akan mencarikan salah satu nomor yang bebas dari nomor Hunting Group pada PABX tersebut.




c. Basic Rate Access (BRA) System
 
Secara prinsip sistem ini sama dengan Hunting System. Digunakan untuk pelanggan ISDN.



d. Primary Rate Access (PRA)

Secara prinsip system ini sama dengan DID system, sedangkan penggunaannya untuk melayani pelanggan ISDN.





Bab  II

KELENGKAPAN PABX

A.   PENDAHULUAN

Agar PABX mampu melayani berbagai jenis panggilan baik panggila internal, panggilan keluar, maupun panggilan masuk, maka PABX tersebut dilengkapi dengan berbagai perangkat/card yang dapat digunakan untuk melayani fungsi tersebut.

B.   MATERI BELAJAR

Kelengkapan-kelengkapan yang terdapat dalam PABX antara lain:

1. CONSOLE OPERATOR

Perangkat ini digunakan untuk melayani panggilan yang masuk ke PABX atau panggilan yang akan keluar. Dapat juga difungsikan untuk penerangan, yang dapat memberikan informasi tentang lokasi suatu nomor di lingkungan PABX itu sendiri.

2. VOICE MESSAGE PROCESSING

Ada dua fungsi utama yang dapat dilayani dengan perangkat ini.
Fungsi pertama dapat digunakan untuk melayani panggilan yang masuk ke PABX atau untuk fungsi ruting. Dengan dipasangnya alat ini pada PABX maka setiap panggilan masuk akan diterima oleh alat ini, selanjutnya Voice Message Processing akan memberikan pilihan kepada pemanggil apakah ingin disambungkan ke operator (misalnya pemanggil menekan nomor 9) ataukah langsung menuju ke nomor yang dituju dengan memutar nomor yang diinginkan.
Fungsi yang kedua adalah untuk menerima pesan-pesan yang akan direkam dan disimpan oleh alat ini jika pemilik nomor yang dituju sedang tidak ada di tempat. Selanjutnya pemilik nomor penerima pesan dapat menghubungi alat ini untuk melihat apakah ada pesan untuk dirinya dengan menggunakan kombinasi kode akses yang telah ditentukan. Begitu pula dapat menghapus pesan tersebut dengan menggunakan kode akses yang telah ditentukan.
Alat ini dipasang di luar system PABX. Hubungan antara PABX dengan Voice Message Processing menggunakan nomor extension dari PABX dengan memberikan fasilitas Hunting System.

3. MUSIC ON HOLD

Perangkat yang digunakan untuk melayani fungsi ini dapat berupa sebuah tape recorder yang mampu hidup terus menerus selama 24 jam. Selama tape hidup dapat diisi kaset lagu-lagu, sehingga jika ada panggilan masuk dan status menunggu, maka akan mendengar music/lagu sesuai dengan yang sedang diputar di tape.



4. BILLING SYSTEM

Perangkat ini digunakan untuk melayani billing system. Setiap pelanggan PABX melakukan panggilan, maka system akan mencatat berapa biaya yang harus dibayar. PABX yang dilengkapi dengan system ini biasanya digunakan untuk hotel-hotel, pengelola pelabuhan, dll. Adapun informasi yang dicatat meliputi: nomor telepon pemanggil, nomor yang dipanggil, waktu mulai bicara, waktu selesai bicara, lama bicara, dan jumlah rupiah yang harus dibayar.

5. PAGING SYSTEM

Fasilitas ini sering disediakan di hotel, gedung perkantoran, super market, perkebunan dan tempat umum yang lainnya.
Pada system ini, satu atau lebih nomor telepon disambungkan ke speaker, sehingga jika ada panggilan masuk ke operator dan orang yang dicari tidak ada di tempat, maka operator dapat mengumumkan panggilan ini melalui nomor yang difungsikan sebagai pager.

6. CORDLESS SYSTEM

Jika PABX yang dioperasikan akan dilengkapi dengan fasilitas cordless system, maka PABX tersebut harus sudah mempunyai fasilitas ISDN (ISPBX) disamping itu pelanggan tersebut juga harus menyediakan base-station di beberapa lokasi sesuai dengan kebutuhannya. Biasanya jarak jangkauan setiap base-station ini sekitar 200 meter. Jumlah pesawat cordless yang dapat disambungkan ke ISPBX disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

7. COMMON BELL

Fasilitas ini berupa bell yang digunakan untuk banyak pesawat telepon, biasanya untuk gedung dalam satu lantai, dimana terdapat banyak nomor telepon. Jika ada panggilan masuk maka tidak ada pesawat telepon yang berdering, tetapi yang bordering adalah common bell. Selanjutnya petugas dapat menjawab panggilan tersebut melalui salah satu pesawat telepon yang ada tetapi yang masih dalam kelompok yang diberi fasilitas common bell, sekaligus untuk menghentikan bunyi bell. Jika panggilan bukan untuk dirinya, maka petugas dapat mentransfer ke nomor yang dituju.

8. CARD ANALOG EXTENSION

Card ini berfungsi untuk menyambungkan pesawat telepon analog ke PABX. Tergantung jenis PABX nya. Satu card ada yang mampu untuk menampung 16 pelanggan analog atau hanya 8 pelanggan analog.

9. CARD ANALOG LINES FOR HUNTING SISTEM

Card ini berfungsi untuk menyambungkan saluran/nomor telepon yang diberi fasilitas hunting system dari sentral lokal dengan PABX. Tergantung jenis PABXnya. Satu card ada yang mampu untuk menampung 8 line analog atau hanya 4 line analog.



10. CARD TIE LINE SYSTEM

Card ini berfungsi untuk menyambungkan PABX yang satu dengan PABX  yang lainnya. Kebanyakan berupa trunk yang berbasis PCM 30, sehingga setiap cardnya mampu untuk menyediakan 30 kanal sekaligus.

11. CARD DID/DDI SYSTEM

Card ini berfungsi untuk menyambungkan trunk yang dberi fasilitas DID dari sentral lokal dengan PABX. Sistem ini menggunakan trunk yang berbasis PCM 30, sehigga setiap cardnya mampu untuk menyediakan 30 kanal sekaligus.

12. CARD ISDN BRA

Card ini berfungsi untuk menyambungkan pesawat telepon pelanggan ISDN ke PABX. Tergantung jenis PABX nya, satu card ada yang mampu untuk menampung 8 pelanggan ISDN atau hanya 4 pelanggan ISDN.

13. CARD PRA SYSTEM

Card ini berfungsi untuk menyambungkan sentral lokal dengan PABX yang dilengkapi dengan fasilitas ISDN (mempunyai pelanggan ISDN). Sistem ini menggunakan trunk yang berbasis PCM 30, sehingga setiap cardnya mampu untuk menyediakan 30 kanal sekaligus.

14. CARD MEMORY

Card ini berfungsi untuk menyimpan program dan data yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan PABX. Program yang disimpan berkaitan dengan operasi PABX, misalnya untuk call processing sedangkan data yang disimpan berkaitan dengan data pelanggan, data hardware sentral yang terpasang.

15. CARD SPEECH PATH

Tergantung dari kapasitas PABX nya, konfigurasi speech path dapat berbentuk time switch saja, atau combinasi time-space-time. Teknologi yang digunakan pada speech path berbasis pada PCM 30.

16. CARD RECEIVER

Card ini berfungsi untuk menerima informasi digit yang dikirim oleh nomor PABX. Untuk hubungan internal, maka semua nomor PABX akan diterima oleh receiver, sedangkan untuk outgoing call, maka receiver hanya akan menerima digit yang pertama saja, selanjutnya setelah ruting dan menduduki sentral local, maka penerimaan digit akan dilakukan oleh sentral local, sedangkan PABX hanya through connect. Untuk incoming call, receiver hanya menerima digit untuk akses ke operator atau akses  ke nomor PABX.



17. CARD RINGER

Card ini berfungsi untuk mengirimkan ringing current (arus bel) ke nomor PABX jika ada panggilan masuk. Fungsi dari ringing current adalah untuk membunyikan bel di pesawat telepon nomor PABX, untuk memberitahukan bahwa ada panggilan ke nomor tersebut.

18. CARD SOURCE TONE

Card ini berfungsi untuk pembangkit berbagai jenis nada (tone) yang digunakan pada saat proses pembangunan hubungan atau saat registrasi fasilitas fitur di pesawat telepon PABX. Jenis-jenis nada yang dibangkitkan antara lain: dial tone (nada pilih), busy tone (nada sibuk), congestion tone, confirmation tone, dll.

19. BACK-UP MEMORY

Perangkat ini biasanya berbentuk disk, yang berfungsi sebagai back-up memory, yang setiap saat dapat di-load ke memory jika terjadi kerusakan di system memory.

Dan masih banyak yang lainnya, yang dapat diinstall ke PABX sesuai dengan kebutuhan pelanggan. 





A.   SOAL-SOAL LATIHAN

PILIH JAWABAN YANG PALING BENAR !

  1. Perangkat yang digunakan untuk melayani panggilan yang masuk PABX atau panggilan yang akan keluar ialah:
a. Console Operator
b. Voice Message Processing
c. Billing System
d. Paging System

  1. Perangkat yang akan mencatat berapa biaya yang harus dibayar pada setiap pelanggan PABX melakukan panggilan ialah:
a. Paging system
b. Billing system
c. Cordless system
d. Common bell

  1. Jarak jangkauan setiap base station pada PABX yang dilengkapi dengan fasilitas Cordless System sekitar:
a. ISPBX
b. 100 meter
c. 200 meter
d. 300 meter


  1. Card Analog Lines for Hunting System, berfungsi menyambungkan :
a. Antara sentral ocal dengan sentral ocal
b. Antara PABX dengan PABX
c. Antara ISDN dengan PABX
d. Antara sentral lokal dengan PABX

  1. Card yang berfungsi untuk menyambungkan trunk yang diberi fasilitas DID dari sentral lokal dengan PABX ialah:
a. Card DID system
b. Card ISDN BRA
c. Card ISDN PRA
d. Card Tie Line System

  1. Card yang berfungsi untuk menyimpan program dan data yang berkaitan dengan operasi dan pemeliharaan PABX ialah:
a. Card Back-up Memory
b. Card Memory
c. Card Speech Path
d. Card Source Tone

  1. Perangkat yang dapat diload ke memory jika terjadi kerusakan di sistem memory ialah:
a. Card Receiver
b. Card Ringer
c. Back-up Memory
d. Card Memory

  1. Card Tie Line System berfungsi untuk menyambungkan antara:
a. Pelanggan dengan PABX
b. Antara sentral lokal dengan PABX
c. Antara PABX dengan sentral lokal
d. Antara PABX dengan PABX

  1. Card yang berfungsi untuk menyambungkan sentral lokal dengan PABX yang dilengkapi dengan fasilitas ISDN ialah:
a. Card PRA System
b. Card BRA System
c. Card ISPBX
d. Card DID System

  1. Card yang berfungsi untuk menyambungkan pesawat telepon pelanggan ISDN dengan PABX ialah:
a. Card ISPBX
b. Card ISDN BRA
c. Card PRA System
d. Card DID System


  1. Card yang berfungsi untuk menerima informasi digit yang dikirim oleh nomor PABX ialah:
a. Card Ringer
b. Card Source Tone
c. Card Receiver
d. Card Memory

  1. Perangkat yang dapat berupa sebuah tape recorder yang mampu hidup terus menerus selama 24 jam disebut:
a. Voice Message Processing
b. Console Operator
c. Paging System
d. Music on Hold

  1. Satu Card Analog Extension mampu menampung:
a. 16 dan 8 pelanggan analog
b. 8 dan 4 pelanggan analog
c. Hanya 8 pelanggan analog
d. 30 kanal.

  1. Card yang berfungsi untuk mengirimkan arus bel ke nomor PABX jika ada panggilan masuk ialah:
a. Card Source Tone
b. Card Ringer
c. Card Receiver
d. Card Speech Path







Bab  III

FITUR DALAM PABX

A.   PENDAHULUAN

Agar PABX mampu melayani berbagai jenis panggilan baik panggilan internal, panggilan keluar, ataupun panggilan masuk, maka PABX tersebut dilengkapi dengan berbagai fitur yang dapat digunakan untuk melayani fungsi tersebut.

B.   MATERI BELAJAR

Fitur dalam PABX antara lain:

1. HOT LINE

Dengan fasilitas ini, maka jika ingin menghubungi nomor tertentu yang sudah diregistrasi sebagai hot line tinggal angkat hand set nya, dan setelah kira-kira 5 detik akan tersambung secara otomatis ke nomor yang dituju.

2. CALL TRANSFER

Jika nomor PABX (A) diberi fasilitas ini, maka setiap ada panggilan masuk akan di transfer ke nomor yang telah ditentukan (B).

3. CALL TRANSFER ON BUSY

Jika nomor PABX (A) diberi fasilitas ini, maka setiap panggilan yang masuk dan pesawat A sedang sibuk maka panggilan tersebut akan dialihkan ke nomor yang telah ditentukan.

4. CALL TRANSFER NO REPLY

Jika nomor PABX (A) diberi fasilitas ini, maka setiap panggilan yang masuk dan pesawat A tidak menjawab maka panggilan tersebut akan dialihkan ke nomor yang telah ditentukan.

5. ORIGINATING CALL BARRING (PASSWORD)

Fasilitas ini dapat diaktifkan dan di non aktifkan menggunakan kombinasi digit. Dalam kondisi aktif pesawat tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan, tetapi masih dapat dipanggil.

6. AUTOMATIC CALL BACK

Pesawat yang mempunyai fasilitas ini, bila melakukan panggilan dan kondisi pesawat yang dipanggil sibuk, maka PABX mencatat kondisi ini. Setelah tutup handset dan pesawat yang dipanggil telah bebas maka PABX akan mengirimkan arus bel ke arah kedua pesawat.

7. CALL WAITING

Pada saat pesawat yang menggunakan fasilitas ini sedang sibuk dan ada panggilan masuk, sistem PABX akan mengirim nada interupsi (interruption tone) sebagai tanda ada panggilan lain yang masuk. Pada saat menjawab panggilan yang kedua, hubungan pesawat pertama tetap berlangsung (Holding).

8. ABBREVIATED DIALING

Jika nomor PABX diberi fasilitas abbreviated dialing (misal nomor A), maka melalui pesawat teleponnya A dapat meregistrasi sejumlah nomor tertentu untuk diberi fasilitas ini. Untuk menghubungi nomor tersebut, misalnya 5542600, A tidak perlu mendial semua digit, cukup dengan kombinasi yang tertentu (misalnya 2 digit) sesuai dengan registrasi sebelumnya.

9. GROUP CALL PICK-UP

Fasilitas ini diberikan untuk sekelompok nomor yang sudah ditentukan. Dengan fasilitas ini jika ada panggilan masuk ke kelompok tersebut, maka dari sembarang pesawat telepon dalam kelompok tersebut dapat menjawab panggilan telepon.

10. MULTIPLE DIRECTORY NUMBER

Dengan fasilitas ini, misalkan kita sedang tidak berada di tempat (tetapi masih beredekatan lokasi dengan pesawat telepon kita), jika ada panggilan masuk ke nomor kita, akan dapat dilihat dari nomor telepon dimana kita sedang berada dan sekaligus dari pesawat telepon ini dapat kita gunakan untuk menjawab panggilan tersebut. Fasilitas ini hanya untuk pesawat ISDN.

11. COMMON BELL

Fasilitas ini digunakan untuk sekelompok nomor yang tertentu dengan hanya satu buah bell (diperlukan extra bell). Jika ada panggilan masuk ke salah satu dari nomor kelompok ini, maka common bell akan berdering, selanjutnya melalui salah satu pesawat telepon dari kelompok ini panggilan dapat dijawab.

12. GROUP HUNTING

Sekelompok nomor tertentu digabung dan diberi fasilitas hunting dengan hanya satu nomor panggil saja. Jika ada panggilan masuk, maka PABX secara otomatis akan mencarikan nomor yang bebas dari kelompok ini. Untuk menjawab panggilan maka dilakukan melalui pesawat yang bel nya sedang berdering.

13. EMERGENCY NUMBER

Satu nomor khusus diberi fasilitas ini (misalnya nomor satpam) untuk mengatasi jika terjadi kondisi emergency. Nomor yang diberi fasilitas ini meskipun sedang bicara masih tetap akan dapat menerima panggilan.


C.   SOAL-SOAL LATIHAN

1. Setiap panggilan yang masuk dan pesawat A sedang sibuk maka panggilan tersebut akan dialihkan ke nomor yang telah ditentukan. Fitur tersebut disebut:
a.   Hot line
b.   Call Transfer on Busy
c.   Originating Call Barring
d.   Automatic Call Back
e.   Call Transfer on No Reply

2.   Setiap panggilan yang masuk dan pesawat A tidak menjawab maka panggilan tersebut akan dialihkan ke nomor yang telah ditentukan. Fitur tersebut disebut:
a.   Hot line
b.   Call Transfer on Busy
c.   Call Transfer on No Reply
d.   Automatic Call Back
e.   Originating Call Barring

3.   Dengan fitur ini, jika ingin menghubungi nomor tertentu yang sudah diregistrasi tinggal angkat handsetnya, dan setelah kira-kira 5 detik akan tersambung secara otomatis ke nomor yang dituju. Fitur tersebut disebut:
a.   Hot line
b.   Call transfer
c.   Password
d.   Automatic Call Barring
e.   Automatic Call Back

4.   Fitur ini dapat diaktifkan dan dinonaktifkan menggunakan kombinasi digit. Dalam kondisi aktif pesawat tidak dapat digunakan untuk melakukan panggilan, tetapi masih dapat dipanggil. Fitur tersebut disebut:
a.   Hot line
b.   Call Transfer on Busy
c.   Call Transfer on No Reply
d.   Originating Call Barring
e.   Automatic Call Back

5.   Pesawat yang mempunyai fitur ini, bila melakukan panggilan dan kondisi pesawat yang dipanggil sibuk, maka PABX mencatat kondisi ini. Setelah tutup handset dan pesawat yang dipanggil telah bebas maka PABX akan mengirimkan arus bel kea rah kedua pesawat. Fitur tersebut ialah:
a.   Hot line
b.   Call Transfer on Busy
c.   Call Transfer on No Reply
d.   Originating Call Barring
e.   Automatic Call Back


6.   Pada saat pesawat yang menggunakan fitur ini sedang sibuk dan ada panggilan masuk, system PABX akan mengirimkan nada interupsi sebagai tanda ada panggilan yang masuk. Fitur tersebut ialah:
a.   Call Waiting
b.   Automatic Call Back
c.   Originating Call Barring
d.   Call Transfer on Busy
e.   Group Hunting

7.   Jika PABX diberi fitur ini (misal nomor A), maka melalui pesawat teleponnya A dapat meregistrasi sejumlah nomor tertentu. Untuk menghubungi nomor tersebut, A cukup mendial kombinasi tertentu (misal 2 digit). Fitur tersebut ialah:
a.   Hot Line
b.   Abbreviated Dialing
c.   Group Hunting
d.   Automatic Call Back
e.   Originating Call Barring

8.   Dengan fitur ini jika ada panggilan masuk ke kelompok tersebut, maka dari sembarang pesawat telepon dalam kelompok tersebut dapat menjawab panggilan telepon. Fitur ini disebut:
a.   Automatic Call Back
b.   Call Transfer on No Reply
c.   Group Call Pick-up
d.   Group Hunting
e.   Multiple Directory Number

9.   Jika ada panggilan masuk ke salah satu dari kelompok ini, maka extra bell akan berdering. Fitur ini disebut:
a.   Extra bell
b.   Group Hunting
c.   Emergency Number
d.   Common Bell
e.   Call Transfer

10. Sekelompok nomor hanya akan diberi satu nomor panggil saja. Jika ada panggilan masuk, maka PABX secara otomatis akan mencarikan nomor yang bebas dari kelompok ini. Fitur ini disebut:
a.   Abbreviated Dialing
b.   Multiple Directory Number
c.   Group Call Pick-up
d.   Call Transfer
e.   Group Hunting