02 October 2014

Trafik Telekomunikasi




Bab  III
PENGUKURAN TRAFIK

A.   Pendahaluan

Pengukuran trafik memberikan data dasar untuk keperluan perencanaan, operasi dan pemeliharaan, management dan berbagai kasus perhitungan untuk pengelolaan network.

Hasil pengukuran trafik yang telah diolah, memberikan gambaran antara lain tentang jumlah sirkit/saluran, perangkat sentral, beban trafik dan distribusi call serta unjuk kerja perangkat.

Sasaran akhir dari pengukuran trafik adalah pembenahan kebutuhan masyarakat pengguna jasa telekomunikasi sebaik-baiknya, dengan memperhitungkan faktor-faktor efektif dan efisien dari sarana telekomunikasi yang ada.

B.   Materi Belajar

1.   TUJUAN PENGUKURAN TRAFIK

a. Menentukan dimensi peralatan atau sirkit guna mengatasi stagnasi atau untuk kebutuhan peralatan dan perencanaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
b. Melacak letak kegagalan.
c. Mendeteksi kondisi peralatan maupun sirkit
d. Mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance).
e. Mengetahui mutu pelayanan jaringan telekomunikasi (Quality of Service).

2.   KEGUNAAN PENGUKURAN TRAFIK

a. Jangka pendek, yaitu menghindarkan timbulnya stagnasi dan mengoptimalkan trafik pada route, peralatan dan sirkit yang ada :
-      Apakah seluruh perangkat berfungsi dengan baik.
-      Apakah seluruh perangkat dan sirkit yang ada sudah berfungsi maksimal.
-      Apakah peralatan dan sirkit yang ada telah dipenuhi oleh sejumlah percakapan yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

b. Jangka panjang, yaitu untuk perencanaan pembangunan yang paling sedikit meliputi jangka waktu 1 – 2 tahun mendatang.

3.   FUNGSI PENGUKURAN

a. Operasi Trafik
Adalah pengawasan sehari-hari dari status dan performance (unjuk kerja) trafik dari sentral dan jaringan :
-    Membandingkan status dan unjuk kerja hasil ukur dengan tolok ukurnya.
-    Mengusulkan rencana perbaikan/pembenahan dalam hal : perubahan route, pencegahan kemacetan dan perbaikan pelayanan, dengan kerjasama dengan unsur lain yang terkait.
-    Penetapan rekayasa trafik dan perencanaan fasilitas baru.

b. Administrasi Trafik
Adalah menjamin agar trafik yang disalurkan ke sentral dan jaringan terbagi dengan rata dan seimbang. Hal ini diperoleh dengan perhitungan yang cermat mengenai jumlah peralatan dan sirkit pada jaringan berdasarkan pengukuran trafik dan analisa serta evaluasinya.

4.   SYARAT PENGUKURAN

Hasil pengukuran (data) harus memenuhi syarat-syarat :
a. Benar (akurat)
b. Segar (up to date)

5.   CARA MENGUKUR

a. Secara visual, yaitu mengamati tanda-tanda atau lampu pendudukan pada sentral yang tidak ada alat ukurnya.
b. Menggunakan alat ukur, dilakukan secara manual atau otomatis tergantung keadaan alat ukurnya.
c. Dengan programming sentral.

6.   SISTEM PENGUKURAN

Guna menganalisa suatu sistem teletrafik, diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan semua atau sebagian sistem tersebut.

Model dimaksud terdiri dari 3 elemen, yaitu:
a. Struktur (hardware).
b. Strategi (software)
c. Proses Trafik (user requirements).

Struktur perangkat secara teknis telah ditetapkan, dan dari perangkat ini dapat diperoleh informasi yang lengkap tentang sistem ini.

Strategi terdiri dari aturan-aturan dan prinsip-prinsip di mana seorang traffic-engineer menerapkan strategi yang dimaksud guna memperoleh kondisi yang terbaik dari sistem pada situasi trafik yang ada.

Pada sentral dengan sistem elektromekanik, strategi tersebut diwujudkan ke dalam apa yang disebut wired-logic dan pada sentral dengan sistem SPC (Store Programmed Control) strategi tersebut diwujudkan ke dalam software atau apa yang disebut dengan programmed-logic.

Sedangkan trafik yang biasanya dibangkitkan oleh pemakai (user) terdapat pada suatu sistem yang beroperasi. Uraian yang realistik dari proses trafik dapat diperoleh dari suatu observasi pada sistem tersebut.

Selanjutnya seorang traffic-engineer akan mencoba untuk mengadaptasi sistem ke proses trafik dengan menerapkan beberapa strategi yang berbeda, seperti routing, prioritas dsb.

Sistem telepon adalah suatu sistem man-machine yang kompleks. Tujuan traffic-engineering adalah mendesain sistem secara optimal, yang dapat dipenuhi dengan cara melakukan penyelidikan dari tingkah laku pelanggan.

7.   HUBUNGAN ANTAR SENTRAL.

Pengukuran ini biasanya dilakukan pada suatu group sirkit dari suatu sentral di mana seluruh group sirkit yang ada harus secara rutin diukur. Untuk intensitas trafik, maka seluruh group sirkit yang ada harus diukur secara serentak.

8.   APLIKASI DATA PENGUKURAN

Suatu program pengukuran harus didisain dengan perhitungan yang cermat untuk meyakinkan bahwa tidak ada data yang tidak perlu untuk dicatat.

Tujuan setiap pengumpulan data harus didefinisikan secara jelas, juga harus diformulasikan tujuannya untuk berbagai metode pengukuran yang berbeda. Sangat penting untuk mengeliminasi (menghilangkan) data yang tidak berguna sesegera mungkin.

9.   CALL CHARGING

Basis ekonomi dari administrasi adalah pembayaran oleh pelanggan dan administrasi lain. Pengawasan yang kontinyu pada kebenaran charging menjadi sangat penting. Tugas ini dapat dikerjakan oleh komputer dengan baik.


10.    ASPEK OPERASIONAL

Tujuan traffic engineering adalah untuk memaksimalkan perangkat yang ada. Terdapat hubungan yang erat antara pengukuran, dimensioning dan ukuran kriteria pelayanan.

Data trafik adalah basis dari traffic engineering. Penggunaan data ini terutama adalah untuk pengelolaan perangkat sehari-hari. Profil trafik sehari-hari dapat diamati sehari penuh dengan perangkat komputer. Rata-rata waktu jam sibuk mungkin berubah bila diamati lebih seksama. Data dapat hanya direkam bila trafik lebih tinggi dari level tertentu.

Perhatian khusus diperlukan untuk kejadian-kejadian tertentu misalnya : bencana alam, kabel terputus, dan sebagainya. Juga perlu terdapat catatan sirkit-sirkit yang di blok, di test dsb.

Unjuk kerja sentral dikontrol dengan kongesti beban, pengukuran beban, waktu tunggu, time out dsb. Unjuk kerja Network terutama dikontrol dengan pengukuran beban yang memberikan gambaran up to date beban nyata pada route trafik tertentu.

Network yang lebih baik memerlukan level efisiensi yang tinggi karena investasinya tinggi. Tetapi efisiensi yang tinggi membuat Network menjadi lebih sensitif terhadap variasi trafik.

Sekali terjadi kongesti atau overload sangat sulit untuk memperkirakan level trafik yang sebenarnya atau untuk menginterpretasikan hasil-hasil pengukuran.

Kongesti pada beberapa bagian kritis pada network dapat menyebabkan lebih banyak repeated call attempt, yang dapat menaikkan beban pada perangkat common control. Sehingga penting untuk mengidentifikasikan gangguan network dan mengambil langkah-langkah penanganan sebelum gangguan menjadi serius. Masalah ini berkaitan dengan langkah-langkah pengelolaaan network yang dinamis.

11.    PEMELIHARAAN

Tujuan pengawasan jangka pendek adalah untuk melihat apakah perangkat sudah digunakan seefisien mungkin.

Data yang dikumpulkan adalah untuk preventive dan corrective maintenance. Penelitian menunjukkan bahwa 30% dari semua gangguan dapat dicegah dengan preventive maintenance.

Walaupun sistem kelihatan beroperasi dengan baik, pengukuran secara detail mungkin menunjukkan adanya sirkit yang tidak beroperasi. Pengawasan terhadap masing-masing sirkit (secara individu) adalah penting karena dapat mencegah gangguan serius pada trafik. Pengawasan on-line memungkinkan kita mengetahui secara cepat/dini.

12.    PERENCANAAN DAN PERAMALAN

Pengumpulan data untuk perencanaan dan peramalan jangka panjang akan mendefinisi-kan kebutuhan saat ini dan membantu perencana untuk merencanakan pengembangan dimasa yang akan datang.

C.   Kesimpulan

Tujuan pengawasan jangka pendek adalah untuk melihat apakah perangkat sudah digunakan seefisien mungkin.

Data yang dikumpulkan adalah untuk preventive dan corrective maintenance. Penelitian menunjukkan bahwa 30% dari semua gangguan dapat dicegah dengan preventive maintenance.

Walaupun sistem kelihatan beroperasi dengan baik, pengukuran secara detail mungkin menunjukkan adanya sirkit yang tidak beroperasi. Pengawasan terhadap masing-masing sirkit (secara individu) adalah penting karena dapat mencegah gangguan serius pada trafik. Pengawasan on-line memungkinkan kita mengetahui secara cepat/dini.

Pengumpulan data untuk perencanaan dan peramalan jangka panjang akan mendefinisi-kan kebutuhan saat ini dan membantu perencana untuk merencanakan pengembangan dimasa yang akan datang.

TAMBAHAN BAB 3

JENIS PENGUKURAN SECARA UMUM
Pada dasarnya ada 2 (dua) jenis pengukuran trafik yaitu :

a. Pengukuran Kuantitatif.
Menentukan dimensi peralatan maupun sirkit guna mengatasi stagnasi serta untuk kebutuhan peramalan jangka panjang guna perencanaan pembangunan. Yang diukur dalam pengukuran kuantitatif adalah volume (intensitas) trafik dalam Erlang (atau satuan lainnya) atau dalam call dan holding time dari suatu kelompok peralatan atau sirkit.

b. Pengukuran Kualitatif.
   Melacak kegagalan panggilan
   Mendeteksi kondisi peralatan dan sirkit
   Mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance)
   Mengetahui mutu pelayanan (QOS)

SITUASI TRAFIK

Sesuai dengan konsep-konsep dasar trafik, bahwa trafik mempunyai variasi yang luas dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Variasi selama setahun
b. Variasi waktu selama jam sibuk
c.  Variasi hari ke hari
d. Variasi musiman
e. Variasi hari dalam satu minggu

Oleh karena itu dalam melakukan pengukuran, harus diketahui bagaimana trafik pada saat-saat tersebut. Hal ini untuk menghindari kesalahan misalnya dalam menentukan dimensi untuk mengatasi stagnasi maupun kesalahan perencanaan.
Agar situasi trafik dapat diketahui dengan pasti, harus dilakukan suatu pengamatan perilaku trafik sesuai dengan variasinya, minimal selama setahun.

Periode Perekaman
Periode perekaman adalah interval waktu selama pengukuran dilaksanakan . Pengukuran ini dapat diaktifkan berdasarkan penjadualan atau secara On Demand. Periode yang berbeda dapat dijadualkan untuk hari yang berbeda selama satu minggu, sebagai contoh :
Senin – Jumat waktu pengukuran pukul 09.00 – 10.00
Sabtu – Minggu waktu pengukuran pukul 08.30 – 09.30

Arah Data Keluaran

   Lokal atau Remote Terminal.
Agar data hasil pengukuran dapat dibaca, maka data tersebut harus dicetak atau ditampilkan pada layar (display). Untuk itu data hasil pengukuran harus dapat diarahkan ke suatu printer atau terminal baik secara lokal atau secara remote sesuai yang dikehendaki.

   External Processing Center.
Untuk memudahkan dalam pengumpulan data dan analisa data khususnya dalam kondisi jumlah sentral lebih dari satu, maka keluaran hasil pengukuran dapat diarahkan ke suatu pusat pemrosesan atau Operation and Maintenance Center (OMC).

   Media Penyimpanan Lokal.
Data masa lalu kadang-kadang diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu. Agar data tidak hilang dalam kurun waktu tertentu, maka data hasil pengukuran tersebut sebaiknya disimpan pada media penyimpanan yang ada di sentral seperti Magnetic Disk atau Magnetic Tape. Media penyimpanan ini sebagai alternatif untuk pengiriman data ke Operation and Maintenance Center (OMC).



No comments: