Bab
III
PENGUKURAN TRAFIK
A. Pendahaluan
Pengukuran trafik memberikan data dasar
untuk keperluan perencanaan, operasi dan pemeliharaan, management dan berbagai
kasus perhitungan untuk pengelolaan network.
Hasil pengukuran trafik yang telah diolah, memberikan
gambaran antara lain tentang jumlah sirkit/saluran, perangkat sentral, beban
trafik dan distribusi call serta unjuk kerja perangkat.
Sasaran akhir dari pengukuran trafik adalah
pembenahan kebutuhan masyarakat pengguna jasa telekomunikasi sebaik-baiknya,
dengan memperhitungkan faktor-faktor efektif dan efisien dari sarana
telekomunikasi yang ada.
B. Materi Belajar
1. TUJUAN PENGUKURAN TRAFIK
a. Menentukan
dimensi peralatan atau sirkit guna mengatasi stagnasi atau untuk kebutuhan
peralatan dan perencanaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
b. Melacak letak kegagalan.
c. Mendeteksi kondisi peralatan maupun
sirkit
d. Mengetahui unjuk kerja jaringan
(Network Performance).
e. Mengetahui mutu pelayanan jaringan
telekomunikasi (Quality of Service).
2. KEGUNAAN PENGUKURAN TRAFIK
a. Jangka pendek, yaitu menghindarkan
timbulnya stagnasi dan mengoptimalkan trafik pada route, peralatan dan sirkit
yang ada :
-
Apakah seluruh perangkat berfungsi
dengan baik.
-
Apakah seluruh perangkat dan sirkit
yang ada sudah berfungsi maksimal.
-
Apakah peralatan dan sirkit yang ada
telah dipenuhi oleh sejumlah percakapan yang menghasilkan pendapatan bagi
perusahaan.
b. Jangka panjang, yaitu untuk perencanaan
pembangunan yang paling sedikit meliputi jangka waktu 1 – 2 tahun mendatang.
3. FUNGSI PENGUKURAN
a. Operasi Trafik
Adalah pengawasan sehari-hari dari
status dan performance (unjuk kerja) trafik dari sentral dan jaringan :
- Membandingkan
status dan unjuk kerja hasil ukur dengan tolok ukurnya.
- Mengusulkan rencana perbaikan/pembenahan
dalam hal : perubahan route, pencegahan kemacetan dan perbaikan pelayanan,
dengan kerjasama dengan unsur lain yang terkait.
- Penetapan
rekayasa trafik dan perencanaan fasilitas baru.
b. Administrasi
Trafik
Adalah menjamin agar trafik yang
disalurkan ke sentral dan jaringan terbagi dengan rata dan seimbang. Hal ini
diperoleh dengan perhitungan yang cermat mengenai jumlah peralatan dan sirkit
pada jaringan berdasarkan pengukuran trafik dan analisa serta evaluasinya.
4. SYARAT PENGUKURAN
Hasil pengukuran (data) harus memenuhi syarat-syarat :
a. Benar (akurat)
b. Segar (up to date)
5. CARA MENGUKUR
a. Secara visual, yaitu mengamati tanda-tanda atau
lampu pendudukan pada sentral yang tidak ada alat ukurnya.
b. Menggunakan alat ukur, dilakukan secara manual
atau otomatis tergantung keadaan alat ukurnya.
c. Dengan
programming sentral.
6. SISTEM PENGUKURAN
Guna menganalisa suatu sistem teletrafik, diperlukan
suatu model yang dapat menggambarkan semua atau sebagian sistem tersebut.
Model dimaksud terdiri dari 3 elemen, yaitu:
a. Struktur (hardware).
b. Strategi (software)
c. Proses Trafik (user requirements).
Struktur perangkat secara teknis telah
ditetapkan, dan dari perangkat ini dapat diperoleh informasi yang lengkap
tentang sistem ini.
Strategi terdiri dari aturan-aturan dan
prinsip-prinsip di mana seorang traffic-engineer menerapkan strategi yang
dimaksud guna memperoleh kondisi yang terbaik dari sistem pada situasi trafik
yang ada.
Pada sentral dengan sistem
elektromekanik, strategi tersebut diwujudkan ke dalam apa yang disebut
wired-logic dan pada sentral dengan sistem SPC (Store Programmed Control)
strategi tersebut diwujudkan ke dalam software atau apa yang disebut dengan
programmed-logic.
Sedangkan trafik yang biasanya dibangkitkan
oleh pemakai (user) terdapat pada suatu sistem yang beroperasi. Uraian yang
realistik dari proses trafik dapat diperoleh dari suatu observasi pada sistem
tersebut.
Selanjutnya seorang traffic-engineer
akan mencoba untuk mengadaptasi sistem ke proses trafik dengan menerapkan
beberapa strategi yang berbeda, seperti routing, prioritas dsb.
Sistem telepon adalah suatu sistem
man-machine yang kompleks. Tujuan traffic-engineering adalah mendesain sistem
secara optimal, yang dapat dipenuhi dengan cara melakukan penyelidikan dari
tingkah laku pelanggan.
7. HUBUNGAN ANTAR SENTRAL.
Pengukuran ini biasanya dilakukan pada
suatu group sirkit dari suatu sentral di mana seluruh group sirkit yang ada
harus secara rutin diukur. Untuk intensitas trafik, maka seluruh group sirkit
yang ada harus diukur secara serentak.
8. APLIKASI DATA PENGUKURAN
Suatu program pengukuran harus didisain
dengan perhitungan yang cermat untuk meyakinkan bahwa tidak ada data yang tidak
perlu untuk dicatat.
Tujuan setiap pengumpulan data harus
didefinisikan secara jelas, juga harus diformulasikan tujuannya untuk berbagai
metode pengukuran yang berbeda. Sangat penting untuk mengeliminasi
(menghilangkan) data yang tidak berguna sesegera mungkin.
9. CALL CHARGING
Basis ekonomi dari administrasi adalah
pembayaran oleh pelanggan dan administrasi lain. Pengawasan yang kontinyu pada
kebenaran charging menjadi sangat penting. Tugas ini dapat dikerjakan oleh
komputer dengan baik.
10. ASPEK OPERASIONAL
Tujuan traffic engineering adalah untuk
memaksimalkan perangkat yang ada. Terdapat hubungan yang erat antara
pengukuran, dimensioning dan ukuran kriteria pelayanan.
Data trafik adalah basis dari traffic
engineering. Penggunaan data ini terutama adalah untuk pengelolaan perangkat
sehari-hari. Profil trafik sehari-hari dapat diamati sehari penuh dengan
perangkat komputer. Rata-rata waktu jam sibuk mungkin berubah bila diamati
lebih seksama. Data dapat hanya direkam bila trafik lebih tinggi dari level
tertentu.
Perhatian khusus diperlukan untuk
kejadian-kejadian tertentu misalnya : bencana alam, kabel terputus, dan
sebagainya. Juga perlu terdapat catatan sirkit-sirkit yang di blok, di test
dsb.
Unjuk kerja sentral dikontrol dengan
kongesti beban, pengukuran beban, waktu tunggu, time out dsb. Unjuk kerja
Network terutama dikontrol dengan pengukuran beban yang memberikan gambaran up
to date beban nyata pada route trafik tertentu.
Network yang lebih baik memerlukan
level efisiensi yang tinggi karena investasinya tinggi. Tetapi efisiensi yang
tinggi membuat Network menjadi lebih sensitif terhadap variasi trafik.
Sekali terjadi kongesti atau overload
sangat sulit untuk memperkirakan level trafik yang sebenarnya atau untuk
menginterpretasikan hasil-hasil pengukuran.
Kongesti pada beberapa bagian kritis
pada network dapat menyebabkan lebih banyak repeated call attempt, yang dapat
menaikkan beban pada perangkat common control. Sehingga penting untuk
mengidentifikasikan gangguan network dan mengambil langkah-langkah penanganan
sebelum gangguan menjadi serius. Masalah ini berkaitan dengan langkah-langkah
pengelolaaan network yang dinamis.
11. PEMELIHARAAN
Tujuan pengawasan jangka pendek adalah
untuk melihat apakah perangkat sudah digunakan seefisien mungkin.
Data yang dikumpulkan adalah untuk
preventive dan corrective maintenance. Penelitian menunjukkan bahwa 30% dari
semua gangguan dapat dicegah dengan preventive maintenance.
Walaupun sistem kelihatan beroperasi
dengan baik, pengukuran secara detail mungkin menunjukkan adanya sirkit yang
tidak beroperasi. Pengawasan terhadap masing-masing sirkit (secara individu)
adalah penting karena dapat mencegah gangguan serius pada trafik. Pengawasan
on-line memungkinkan kita mengetahui secara cepat/dini.
12. PERENCANAAN DAN PERAMALAN
Pengumpulan data untuk perencanaan dan
peramalan jangka panjang akan mendefinisi-kan kebutuhan saat ini dan membantu
perencana untuk merencanakan pengembangan dimasa yang akan datang.
C. Kesimpulan
Tujuan pengawasan jangka pendek adalah
untuk melihat apakah perangkat sudah digunakan seefisien mungkin.
Data yang dikumpulkan adalah untuk
preventive dan corrective maintenance. Penelitian menunjukkan bahwa 30% dari
semua gangguan dapat dicegah dengan preventive maintenance.
Walaupun sistem kelihatan beroperasi
dengan baik, pengukuran secara detail mungkin menunjukkan adanya sirkit yang
tidak beroperasi. Pengawasan terhadap masing-masing sirkit (secara individu)
adalah penting karena dapat mencegah gangguan serius pada trafik. Pengawasan
on-line memungkinkan kita mengetahui secara cepat/dini.
Pengumpulan data untuk perencanaan dan
peramalan jangka panjang akan mendefinisi-kan kebutuhan saat ini dan membantu
perencana untuk merencanakan pengembangan dimasa yang akan datang.
TAMBAHAN
BAB 3
JENIS
PENGUKURAN SECARA UMUM
Pada dasarnya ada 2 (dua) jenis pengukuran trafik
yaitu :
a. Pengukuran
Kuantitatif.
Menentukan dimensi peralatan maupun sirkit
guna mengatasi stagnasi serta untuk kebutuhan peramalan jangka panjang guna
perencanaan pembangunan. Yang diukur dalam pengukuran kuantitatif adalah volume
(intensitas) trafik dalam Erlang (atau satuan lainnya) atau dalam call dan
holding time dari suatu kelompok peralatan atau sirkit.
b. Pengukuran
Kualitatif.
• Melacak kegagalan panggilan
• Mendeteksi kondisi peralatan dan sirkit
• Mengetahui unjuk kerja jaringan (Network
Performance)
• Mengetahui mutu pelayanan (QOS)
SITUASI
TRAFIK
Sesuai dengan konsep-konsep dasar trafik,
bahwa trafik mempunyai variasi yang luas dan dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
a. Variasi selama setahun
b. Variasi waktu selama jam sibuk
c. Variasi hari ke hari
d. Variasi musiman
e. Variasi hari dalam satu minggu
Oleh karena itu dalam melakukan pengukuran,
harus diketahui bagaimana trafik pada saat-saat tersebut. Hal ini untuk
menghindari kesalahan misalnya dalam menentukan dimensi untuk mengatasi
stagnasi maupun kesalahan perencanaan.
Agar situasi trafik dapat diketahui dengan
pasti, harus dilakukan suatu pengamatan perilaku trafik sesuai dengan
variasinya, minimal selama setahun.
Periode
Perekaman
Periode perekaman adalah interval waktu
selama pengukuran dilaksanakan . Pengukuran ini dapat diaktifkan berdasarkan
penjadualan atau secara On Demand. Periode yang berbeda dapat dijadualkan untuk
hari yang berbeda selama satu minggu, sebagai contoh :
Senin – Jumat waktu pengukuran pukul 09.00 –
10.00
Sabtu – Minggu waktu pengukuran pukul 08.30
– 09.30
Arah
Data Keluaran
• Lokal
atau Remote Terminal.
Agar data hasil pengukuran dapat dibaca,
maka data tersebut harus dicetak atau ditampilkan pada layar (display). Untuk
itu data hasil pengukuran harus dapat diarahkan ke suatu printer atau terminal
baik secara lokal atau secara remote sesuai yang dikehendaki.
• External
Processing Center.
Untuk memudahkan dalam pengumpulan data dan
analisa data khususnya dalam kondisi jumlah sentral lebih dari satu, maka
keluaran hasil pengukuran dapat diarahkan ke suatu pusat pemrosesan atau
Operation and Maintenance Center (OMC).
• Media
Penyimpanan Lokal.
Data masa lalu kadang-kadang diperlukan
untuk suatu pekerjaan tertentu. Agar data tidak hilang dalam kurun waktu
tertentu, maka data hasil pengukuran tersebut sebaiknya disimpan pada media
penyimpanan yang ada di sentral seperti Magnetic Disk atau Magnetic Tape. Media
penyimpanan ini sebagai alternatif untuk pengiriman data ke Operation and
Maintenance Center (OMC).